Dari cerita,
lahir perubahan.
Kami percaya bahwa satu narasi yang tepat dapat menggerakkan kebijakan,menyelamatkan nyawa, dan membangun jembatan antara komunitas yang terpinggirkan dengan dunia yang lebih luas.
Kami percaya bahwa satu narasi yang tepat dapat menggerakkan kebijakan,menyelamatkan nyawa, dan membangun jembatan antara komunitas yang terpinggirkan dengan dunia yang lebih luas.
Yayasan Silih Anjang Sono hadir sebagai jembatan antara kebenaran di lapangan dengan panggung kebijakan dan opini publik — melalui kekuatan narasi kreatif yang terukur dampaknya.
Kami tidak menceritakan tentang komunitas rentan — kami menceritakan bersama mereka. Setiap kisah lahir dari riset lapangan yang mendalam dan kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun.
Dari layar streaming nasional, jaringan TV free-to-air, hingga ruang mediasi WHO — karya kami dirancang untuk mencapai pemangku kebijakan sekaligus publik luas.
Setiap proyek dilengkapi dengan indikator keberhasilan yang jelas: peningkatan traffic, jumlah penonton, perubahan perilaku, dan kontribusi pada indeks sosial yang dapat dilaporkan kepada donor.
TAMU AGUNG (2026)
WANGSIT FOR THE LOST BOY (2025)
CLAK!! CLAK!! CLAK!!
DI PERSIMPANGAN WAKTU (2023)




Saya sangat puas. Setiap tulisan memiliki referensi yang luas dan imajinasi yang kaya, sehingga setiap ide yang dituangkan ke dalam cerita terasa hidup dan mampu memunculkan banyak kemungkinan baru yang sebelumnya tidak terpikirkan.
Adalah upaya mengembalikan teater pada hakikatnya peristiwa manusia yg hidup, bukan sekadar penerapan metode atau teori. Ini mengingatkan bahwa penciptaan lahir dari pengalaman, ingatan, tubuh aktor, dan realitas sosial, sementara teori seharusnya tumbuh dari praktik, bukan sebaliknya.
Eksperimen bentuk dan teknik (pencahayaan, suara, gerak tubuh, ruang panggung) lebih menekankan ide atau konsep daripada cerita yang mudah dipahami, sering bersifat simbolik atau metaforis, mengajak penonton berpikir, bukan sekadar menikmati hiburan. Bravo!